Sabtu, 26 November 2011

MANUSIA DAN KEADILAN

KEADILAN

Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
 
Keadilan menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit . Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda bila kedua orang tersebut atau kedua benda itu mempunyai kesaman dalam hal ukuran yang telah ditetapkan maka masing-masing orang atau benda memperoleh hasil yang sama . Kalau tidak sama maka akan terjadi pelanggaran yang disebut ketidak adilan .
Keadilan oleh plato diproyeksi kan pad diri manusia sehingga adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasannya dikendalikan oleh akal .
Pendapat socrates yang memproyeksian keadilan pad pemerintah . Keadilan tercipta bila warga negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melaksanakan tugas dengan baik . Mengapa diproyeksikan pada pemerintah , karena pemerintah adalh pemimpin pokok yang menentukan dinamika masyarakat
Umumnya keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban . Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban atau keadilan adalh keadaan dimana setiap orang memperoleh haknya dan memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama . Kita diminta tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban karena sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan memperbudak orang lain sebaliknya kita jangan hanya menjalankan kewajiban dan lupa menuntut hak karena kita akn mudah diperbudak oleh orang lain .

http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/28/manusia-dan-keadilan/
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab7-manusia_dan_keadilan.pdf

KEJUJURAN DAN KEBENARAN
Kejujuran adalah apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada . Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan , yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya . Jujur juga berarti menepati  janji atau kesanggupan melalui kata-kata yang masih terkandung dalam hati nuraninya berupa kehendak harapan dan niat .
Kejujuran itu menyatakan kebenaran yang diketahui berdasarkan pengetahuan satu individu/satu kelompok saja jadi kejujuran belum tentu benar atau tidak mutlak benar tergantung sikon dan tempatnya.
Ada tiga macam kebenaran
Kebenaran subyektif, melibatkan emosi dan keyakinan pengamatnya.
Kebenaran objektif mengamati apa adanya tanpa melibatkan emosi pengamatnya.
Kebenaran realitas adalah realitas yang berada dibalik pengamatan

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090914210359AAa2vM1 
http://filsafat.kompasiana.com/2009/11/09/ada-tiga-macam-kebenaran/
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab7-manusia_dan_keadilan.pdf
 













KECURANGAN


Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur , dan sama pula dengan licik meskipun tidak serupa benar . Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur .
Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya . Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksut memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha ? Sudah tentu keuntungan itu diperoleh dengan tidak wajar . Yang dimaksut dengan keuntungan adalah keuntungan yang berupa materi . Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah , tamak , ingin menimbun kekayan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat . Orang seperti itu biasanya tidak senang bila ad yang melebihi kekayaannya .
Ada 4 aspek yang menyebabkan orang melakukan kecurangan yaitu ;  -aspek ekonomi , -aspek kebudayaan , -aspek peradaban , -dan aspek tehnik.
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab7-manusia_dan_keadilan.pdf

PEMBALASAN
Pembalasan dalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain , reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa , perbuatan yang seimbang . Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan . Pergaulan yang besahabat mendapat pembalasan yang bersahabat sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan pembalasan yang tidak bersahabat , tiap manusia menghendaki hak dan kewajibannya tidak dilanggar maka manusia mempertahankan hak dan kewajibannya itu . Mempertahankan hak dan kewajiban itu  adalah pembalasan 
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab7-manusia_dan_keadilan.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar